Jumat, 22 Mei 2009

Baiti Jannati

Mulai dari masalah penghasilan suami yang dinilai kurang oleh istri,
suami yang sering pergi ke luar kota sehingga istri kesepian, istri
yang ikut bekerja di luar rumah sehingga keluarga kurang mendapatkan
perhatian, mencurigai pasangannya selingkuh, dan masih banyak lagi.

Kemandirian wanita dalam memenuhi kehidupan ekonominya menjadi salah
satu penyebab ringannya istri meminta cerai. Majalah Time pernah
mengutip pernyataan mantan putri Indonesia, Alya Rohali : "We have
proved that we can succeed financially, with or without a man" (kami
sudah membuktikan bahwa kami dapat mencapai kesuksesan finansial,
dengan atau tanpa laki-laki). Tidak mengherankan jika banyak kasus
gugatan cerai yang dilakukan Tenaga Kerja Wanita (TKW). Para wanita
itu telah bekerja keras di luar negeri, sementara para suami hidup
santai di rumah. Ironisnya, ada suami yang tega hidup berfoya-foya
dengan uang kiriman istri, bahkan berselingkuh ketika istrinya bekerja
di negeri asing. Akhirnya, wanita-wanita itu pun merasa tidak tahan
dan akhirnya meminta cerai.

Semua pasangan dengan berbagai latar belakang bisa mengalami masalah
rumah tangga yang rumit. Sayangnya, banyak figur terkenal yang masalah
rumah tangganya diekspose media. Mulai dari selebriti Ahmad Dhani dan
Maia Estianty yang "perang bintang" keduanya menjadi bahan jualan
acara infotainment selama berbulan-bulan, hingga perceraian Ustadzah
ternama Hj. Lutfiah Sungkar. Akibatnya, masyarakat menganggap bahwa
pertengkaran hingga perceraian adalah suatu hal yang wajar dan layak
terjadi.

Perceraian pun bukan solusi akhir. Masih banyak masalah lain yang
muncul pasca perceraian. Misalnya hak asuh anak yang tidak jarang
berbuntut di pengadilan, berebut harta gono-gini, hingga saling tuduh
dan menjelekkan pribadi mantan pasangannya. Drama perebutan hak asuh
anak antara artis cantik Tamara Bleszynski dengan Teuku Rafli Pasha
menjadi contoh betapa rumitnya kehidupan pasca perceraian.

Hadirnya era globalisasi seharusnya mempermudah pasangan suami istri
dalam berkomunikasi. Anehnya, keterbukaan hati dan jalinan komunikasi
yang lancar antara suami dengan istrinya tidak otomatis muncul. Tidak
jarang, teknologi informasi justru memicu kecemburuan yang
membabi-buta. Sampai-sampai ada suami yang tega menyita telepon
genggam istrinya karena khawatir istrinya selingkuh. Kemudahan
komunikasi dengan telepon genggam yang dilengkapi fasilitas layanan
short message service (sms) justru memudahkan orang yang akan
berselingkuh.

Oleh karena itu, sangat tepat DPD II HTI Kab. Bantul menyelenggarakan
Training Keluarga Sakinah II dengan tema "Menggapai Baiti Jannati di
Era Globalisasi". Training yang sudah memasuki angkatan kedua ini akan
diselenggarakan pada hari Ahad, 17 Juni 2007 pukul 08.00 -17.00 di
Hotel Jogokaryan, Yogyakarta. Pasangan suami istri yang akan menjadi
peserta hanya perlu membeli tiket senilai Rp 50.000,00. Fasilitas yang
akan didapatkan berupa makan siang, kudapan, serta doorprize dari sponsor.

Tiket training bisa didapatkan di Sekretariat Panitia, Pepe nomor 1
Trirenggo Bantul, setiap hari Senin – Sabtu pukul 10.00 – 14.00.
Informasi lebih lengkap bisa menghubungi Hesti Rahayu (08121599809).
Bagi anda yang tidak sempat untuk datang ke sekretariat panitia,
silakan menghubungi kami untuk dibantu teknis pendaftaran.

Harapan kami, training ini bisa menjadi jawaban atas berbagai
pertanyaan terkait problem rumah tangga yang sudah menumpuk di meja
redaksi. Slogan hebat berbunyi "rumahku surgaku" semoga tidak hanya
menjadi teori // perilis by Masdar Hy, Dr. Hc ( culture java )

Leia Mais…

Seorang gadis muslimah Inggris Rabu memenangi satu perjuangan hukum yang panjang melawan sekolahnya, yang telah melarangnya menggunakan pakaian tradisi Islam di kelas.

Dalam satu kasus yang potensial berimplikasi luas, Pengadilan Tinggi di London mengatakan bahwa Shabina Begum (15), telah secara tidak adil dikeluarkan dari sekolah karena memakai jilbab.

Sekolah Menengah Denbigh di Luton, sebelah utara London, juga telah melarang Begum -- yang diwakili oleh Cherie Booth, penasehat hukum isteri Perdana Menteri Inggris Tony Blair, -- dari haknya mempraktekkan ajaran agama kepercayaannya, kata para hakim.

Dalam satu perjuangan lewat hukum yang juga terjadi pada satu kontroversi yang belum lama ini dalam keputusan pemerintah Perancis yang melarang lencana keagamaan "mencolok" seperti jilbab di sekolah-sekolah, Pengadilan Tinggi awalnya memerintahkan pelarangan itu terhadap Begum Juni tahun lalu.

Namun, hakim ketua (Lord Justice) Henry Brooke membalik pertimbangan ini Rabu dan meminta Departemen Pendidikan memberitahukan ke sekolah-sekolah mengenai bagaimana mematuhi kewajiban mereka melalui undang-undang Hak Asasi Manusia (HAM).

Kepada pengadilan telah diberitahukan bahwa Begum, siswa asal Bangladesh yang bagus secara akademik dan bercita-cita menjadi seorang dokter, sebelumnya telah memakai Shalwar Kameez, satu bentuk pakaian celana panjang tradisi Asia Selatan di dalam satu jubah panjang.

Tetapi setelah berkembang ketertarikannya dalam Islam, ketika Begum tiba pada saat awal tahun akademi September 2002 menggunkan jilbab, disuruh pulang dan mengganti pakaian, namun dia menolaknya.

Sekolah Denbigh, di mana sekitar 80% siswanya adalah warga Muslim, berkilah bahwa wanita siswa Islam memiliki pilihan lain yang luas mengenai pakaian yang dapat mereka pakai, termasuk rok, celana panjang atau Shalwar Kameez.

Hanya Begum yang mendesak untuk menggunakan jilbab -- yang menurut sekolah berpotensi memiliki resiko keselamatan karena panjangnya -- dan pakaian seperti itu secara efektif telah dihindari, kata penasehat hukum sekolah itu.

Dalam naik banding Desember lalu, penasehat hukum hak-hak sipil terkemuka Booth berargumentasi bahwa hak-hak gadis itu telah dilanggar.

"Haknya untuk menunjukkan agama kepercayaannya seharusnya dihormati," kata Booth, yang menggunakan nama gadisnya dalam pekerjaannya.

"Saya mengatakan kebijakan kita adalah menghormati keanekaragaman, dan itu bukan kekuasaan publik untuk menilai kepercayaan mana yang lebih sah dibanding yang lain," katanya

Leia Mais…

ANALISA PACARAN VERSI ISLAM APAKAH ADA

APA SIH PACARAN ITU MENURUT KAIDAH ISLAM


Istilah pacaran itu sebenarnya bukan bahasa hukum, karena pengertian dan
batasannya tidak sama
buat setiap orang. Dan sangat mungkin berbeda dalam setiap budaya. Karena itu
kami tidak akan
menggunakan istilah `pacaran` dalam masalah ini, agar tidak salah konotasi.


I. Tujuan Pacaran

Ada beragam tujuan orang berpacaran. Ada yang sekedar iseng, atau mencari teman
bicara, atau lebih
jauh untuk tempat mencurahkan isi hati. Dan bahkan ada juga yang memang
menjadikan masa pacaran
sebagai masa perkenalan dan penjajakan dalam menempuh jenjang pernikahan.

Namun tidak semua bentuk pacaran itu bertujuan kepada jenjang pernikahan.
Banyak diantara pemuda
dan pemudi yang lebih terdorong oleh rasa ketertarikan semata, sebab dari sisi
kedewasaan, usia,
kemampuan finansial dan persiapan lainnya dalam membentuk rumah tangga, mereka
sangat belum siap.

Secara lebih khusus, ada yang menganggap bahwa masa pacaran itu sebagai masa
penjajakan, media
perkenalan sisi yang lebih dalam serta mencari kecocokan antar keduanya. Semua
itu dilakukan
karena nantinya mereka akan membentuk rumah tangga. Dengan tujuan itu, sebagian
norma di tengah
masyarakat membolehkan pacaran. Paling tidak dengan cara membiarkan pasangan
yang sedang pacaran
itu melakukan aktifitasnya. Maka istilah apel malam minggu menjadi fenomena
yang wajar dan
dianggap sebagai bagian dari aktifitas yang normal.



II. Apa Yang Dilakukan Saat Pacaran ?

Lepas dari tujuan, secara umum pada saat berpacaran banyak terjadi hal-hal yang
diluar dugaan.
Bahkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa aktifitas pacaran pelajar dan
mahasiswa sekarang ini
cenderung sampai kepada level yang sangat jauh. Bukan sekedar kencan,
jalan-jalan dan berduaan,
tetapi data menunjukkan bahwa ciuman, rabaan anggota tubuh dan bersetubuh
secara langsung sudah
merupakan hal yang biasa terjadi.

Sehingga kita juga sering mendengar istilah "chek-in", yang awalnya adalah
istilah dalam dunia
perhotelan untuk menginap. Namun tidak sedikit hotel yang pada hari ini berali
berfungsi sebagai
tempat untuk berzina pasangan pelajar dan mahasiswa, juga pasanga-pasangan
tidak syah lainnya.
Bahkan hal ini sudah menjadi bagian dari lahan pemasukan tersendiri buat
beberapa hotel dengan
memberi kesempatan chek-in secara short time, yaitu kamar yang disewakan secara
jam-jaman untuk
ruangan berzina bagi para pasangan di luar nikah.

Pihak pengelola hotel sama sekali tidak mempedulikan apakah pasangan yang
melakukan chek-in itu
suami istri atau bulan, sebab hal itu dianggap sebagai hak asasi setiap orang.

Selain di hotel, aktifitas percumbuan dan hubungan seksual di luar nikah juga
sering dilakukan di
dalam rumah sendiri, yaitu memanfaatkan kesibukan kedua orang tua. Maka para
pelajar dan mahasiswa
bisa lebih bebas melakukan hubungan seksual di luar nikah di dalam rumah mereka
sendiri tanpa
kecurigaan, pengawasan dan perhatian dari anggota keluarga lainnya.

Data menunjukkan bahwa seks di luar nikah itu sudah dilakukan bukan hanya oleh
pasangan mahasiswa
dan orang dewasa, namun anak-anak pelajar menengah atas (SLTA) dan menengah
pertama (SLTP) juga
terbiasa melakukannya. Pola budaya yang permisif (serba boleh) telah menjadikan
hubungan pacaran
sebagai legalisasi kesempatan berzina. Dan terbukti dengan maraknya kasus
`hamil di luar nikah`
dan aborsi ilegal.

Fakta dan data lebih jujur berbicara kepada kita ketimbang apologi. Maka
jelaslah bahwa praktek
pacaran pelajar dan mahasiswa sangat rentan dengan perilaku zina yang oleh
sistem hukum di negeri
ini sama sekali tidak dilarang. Sebab buat sistem hukum sekuluer warisan
penjajah, zina adalah hak
asasi yang harus dilindungi. Sepasang pelajar atau mahasiswa yang berzina,
tidak bisa dituntut
secara hukum. Bahkan bila seks bebas itu menghasilkan hukuman dari Allah berupa
AIDS, para
pelakunya justru akan diberi simpati.







III. Pacaran Dalam Pandangan Islam



a. Islam Mengakui Rasa Cinta

Islam mengakui adanya rasa cinta yang ada dalam diri manusia. Ketika seseorang
memiliki rasa
cinta, maka hal itu adalah anugerah Yang Kuasa. Termasuk rasa cinta kepada
wanita (lawan jenis)
dan lain-lainnya.

`Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu:
wanita-wanita,
anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan,
binatang-binatang ternak dan
sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat
kembali yang baik
.`(QS. Ali Imran :14).

Khusus kepada wanita, Islam menganjurkan untuk mewujudkan rasa cinta itu dengan
perlakuan yang
baik, bijaksana, jujur, ramah dan yang paling penting dari semua itu adalah
penuh dengan
tanggung-jawab. Sehingga bila seseorang mencintai wanita, maka menjadi
kewajibannya untuk
memperlakukannya dengan cara yang paling baik.

Rasulullah SAW bersabda,`Orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang
paling baik
terhadap pasangannya (istrinya). Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap
istriku`.

b. Cinta Kepada Lain Jenis Hanya Ada Dalam Wujud Ikatan Formal

Namun dalam konsep Islam, cinta kepada lain jenis itu hanya dibenarkan manakala
ikatan di antara
mereka berdua sudah jelas. Sebelum adanya ikatan itu, maka pada hakikatnya
bukan sebuah cinta,
melainkan nafsu syahwat dan ketertarikan sesaat.

Sebab cinta dalam pandangan Islam adalah sebuah tanggung jawab yang tidak
mungkin sekedar
diucapkan atau digoreskan di atas kertas surat cinta belaka. Atau janji
muluk-muluk lewat SMS,
chatting dan sejenisnya. Tapi cinta sejati haruslah berbentuk ikrar dan
pernyataan tanggung-jawab
yang disaksikan oleh orang banyak.

Bahkan lebih `keren`nya, ucapan janji itu tidaklah ditujukan kepada pasangan,
melainkan kepada
ayah kandung wanita itu. Maka seorang laki-laki yang bertanggung-jawab akan
berikrar dan melakukan
ikatan untuk menjadikan wanita itu sebagai orang yang menjadi pendamping
hidupnya, mencukupi
seluruh kebutuhan hidupnya dan menjadi `pelindung` dan `pengayomnya`. Bahkan
`mengambil alih`
kepemimpinannya dari bahu sang ayah ke atas bahunya.

Dengan ikatan itu, jadilah seorang laki-laki itu `laki-laki sejati`. Karena dia
telah menjadi
suami dari seorang wanita. Dan hanya ikatan inilah yang bisa memastikan apakah
seorang laki-laki
itu betul serorang gentlemen atau sekedar kelas laki-laki iseng tanpa nyali.
Beraninya hanya
menikmati sensasi seksual, tapi tidak siap menjadi "the real man".

Dalam Islam, hanya hubungan suami istri sajalah yang membolehkan terjadinya
kontak-kontak yang
mengarah kepada birahi. Baik itu sentuhan, pegangan, cium dan juga seks.
Sedangkan di luar nikah,
Islam tidak pernah membenarkan semua itu. Akhlaq ini sebenarnya bukan hanya
monopoli agama Islam
saja, tapi hampir semua agama mengharamkan perzinaan. Apalagi agama Kristen
yang dulunya adalah
agama Islam juga, namun karena terjadi penyimpangan besar sampai masalah sendi
yang paling pokok,
akhirnya tidak pernah terdengar kejelasan agama ini mengharamkan zina dan
perbuatan yang
menyerampet kesana.

Sedangkan pemandangan yang kita lihat dimana ada orang Islam yang melakukan
praktek pacaran dengan
pegang-pegangan, ini menunjukkan bahwa umumnya manusia memang telah terlalu
jauh dari agama.
Karena praktek itu bukan hanya terjadi pada masyarakat Islam yang nota bene
masih sangat kental
dengan keaslian agamanya, tapi masyakat dunia ini memang benar-benar telah
dilanda degradasi
agama.

Barat yang mayoritas nasrani justru merupakan sumber dari hedonisme dan
permisifisme ini. Sehingga
kalau pemandangan buruk itu terjadi juga pada sebagian pemuda-pemudi Islam,
tentu kita tidak
melihat dari satu sudut pandang saja. Tapi lihatlah bahwa kemerosotan moral ini
juga terjadi pada
agama lain, bahkan justru lebih parah.

c. Pacaran Bukan Cinta

Melihat kecenderungan aktifitas pasangan muda yang berpacaran, sesungguhnya
sangat sulit untuk
mengatakan bahwa pacaran itu adalah media untuk saling mencinta satu sama lain.
Sebab sebuah cinta
sejati tidak berbentuk sebuah perkenalan singkat, misalnya dengan bertemu di
suatu kesempatan
tertentu lalu saling bertelepon, tukar menukar SMS, chatting dan diteruskan
dengan janji bertemu
langsung.

Semua bentuk aktifitas itu sebenarnya bukanlah aktifitas cinta, sebab yang
terjadi adalah kencan
dan bersenang-senang. Sama sekali tidak ada ikatan formal yang resmi dan
diakui. Juga tidak ada
ikatan tanggung-jawab antara mereka. Bahkan tidak ada kepastian tentang
kesetiaan dan seterusnya.

Padahal cinta itu adalah memiliki, tanggung-jawab, ikatan syah dan sebuah harga
kesetiaan. Dalam
format pacaran, semua instrumen itu tidak terdapat, sehingga jelas sekali bahwa
pacaran itu sangat
berbeda dengan cinta.

d. Pacaran Bukanlah Penjajakan / Perkenalan

Bahkan kalau pun pacaran itu dianggap sebagai sarana untuk saling melakukan
penjajakan, atau
perkenalan atau mencari titik temu antara kedua calon suami istri, bukanlah
anggapan yang benar.
Sebab penjajagan itu tidak adil dan kurang memberikan gambaran sesungguhnya
atas data yang
diperlukan dalam sebuah persiapan pernikahan.

Dalam format mencari pasangan hidup, Islam telah memberikan panduan yang jelas
tentang apa saja
yang perlu diperhitungkan. Misalnya sabda Rasulullah SAW tentang 4 kriteria
yang terkenal itu.

Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW berdabda,`Wanita itu dinikahi karena
4 hal : [1]
hartanya, [2] keturunannya, [3] kecantikannya dan [4] agamanya. Maka
perhatikanlah agamanya kamu
akan selamat. (HR. Bukhari Kitabun Nikah Bab Al-Akfa` fiddin nomor 4700, Muslim
Kitabur-Radha` Bab
Istihbabu Nikah zatid-diin nomor 2661)

Selain keempat kriteria itu, Islam membenarkan bila ketika seorang memilih
pasangan hidup untuk
mengetahui hal-hal yang tersembunyi yang tidak mungkin diceritakan langsung
oleh yang
bersangkutan. Maka dalam masalah ini, peran orang tua atau pihak keluarga
menjadi sangat penting.

Inilah proses yang dikenal dalam Islam sebagai ta`aruf. Jauh lebih bermanfaat
dan objektif
ketimbang kencan berduaan. Sebab kecenderungan pasangan yang sedang kencan
adalah menampilkan
sisi-sisi terbaiknya saja. Terbukti dengan mereka mengenakan pakaian yang
terbaik, bermake-up,
berparfum dan mencari tempat-tempat yang indah dalam kencan. Padahal nantinya
dalam berumah tangga
tidak lagi demikian kondisinya.

Istri tidak selalu dalam kondisi bermake-up, tidak setiap saat berbusana
terbaik dan juga lebih
sering bertemu dengan suaminya dalam keadaan tanpa parfum dan acak-acakan.
Bahkan rumah yang
mereka tempati itu bukanlah tempat-tempat indah mereka dulu kunjungi
sebelumnya. Setelah menikah
mereka akan menjalani hari-hari biasa yang kondisinya jauh dari suasana
romantis saat pacaran.

Maka kesan indah saat pacaran itu tidak akan ada terus menerus di dalam
kehidupan sehari-hari
mereka. Dengan demikian, pacaran bukanlah sebuah penjajakan yang jujur,
sebaliknya bisa dikatakan
sebuah penyesatan dan pengelabuhan.

Dan tidak heran bila kita dapati pasangan yang cukup lama berpacaran, namun
segera mengurus
perceraian belum lama setelah pernikahan terjadi. Padahal mereka pacaran
bertahun-tahun dan
membina rumah tangga dalam hitungan hari. Pacaran bukanlah perkenalan melainkan
ajang kencan saja.


Leia Mais…

Rahasia Pandangan Pertama Bertemu

Rahasia Cinta Pandangan Pertama
Diposkan oleh Arief_Murakata diradur kembali oleh Masdar Hilmy 06:35 . Jumat Kliwon Mei 22, 2009
CINTA pada pandangan pertama merupakan misteri selama berabad-abad. Namun, tahukah anda, jika ternyata sekarang ada ilmuwan asing yang melakukan penelitian terhadap “cinta pada pandangan pertama” ini lho? Ilmuwan kini bisa tahu, mana cinta pandangan pertama yang asli, dan mana yang bukan?!.

Jika mata laki-laki dan perempuan bertatapan dan merasa bahagia apakah bisa dikatakan sebagai pertanda cinta? Mungkin saja. Tapi menurut ilmuwan ada syaratnya. Pandangan itu harus lebih dari 8,2 detik, baru bisa dikatakan ada rasa cinta.

Jika laki-laki tidak mampu bertahan selama empat detik, kemungkinan tidak terlalu tertarik pada perempuan itu. Begitu pula sebaliknya perempuan juga butuh waktu yang sama.

Ilmuwan memasang kamera tersembunyi yang secara rahasia merekam 115 mahasiwa yang berbincang dengan aktor dan aktris. Mereka kemudian ditanya rata-rata tingkat ketertarikannya. Penelitian itu mendapati laki-laki akan memperhatikan wanita lebih dari 8,2 detik jika tertarik. Jika kurang dari empat detik, berarti laki-laki itu tidak tertarik.

Laki-laki akan menatap mata aktris cantik lebih dari 8,2 detik dan hanya 4,5 detik jika kurang menarik. Mahasiswa perempuan melakukan hal serupa pada aktor ganteng, demikian dilaporkan dalam Journal Archives of Sexual Behavior.

Berdasarkan penelitian tersebut, Peneliti yakin bahwa laki-laki menggunakan kontak mata untuk mengukur tingkat kesuburan pasangan yang diincarnya. Sementara perempuan lebih memikirkan tidak ingin mengandung anak yang tidak diinginkan atau menjadi single parent.

Namun, menurut pendapat saya, berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami pula, kontak atau pandangan mata yang cukup lama terhadap sosok seseorang yang dianggap cantik atau menarik, adalah juga merupakan pertanda awal atau pintu pertama dari “perjalanan” tumbuhnya rasa ketertarikan dan cinta yang lebih besar dalam hati kita terhadap orang tersebut.

Misalkan begini, pada pertemuan pertama anda bertemu dengan seorang perempuan yang anda anggap cantik atau menarik dan belum pernah kenal sebelumnya, dan melihatnya cukup lama lebih dari 8,2 detik. Setelah itu antara anda dan dia berpisah dan tidak saling bertemu lagi untuk kurun waktu tertentu.

Pada pandangan dan pertemuan pertama ini, menurut saya, rasa ketertarikan anda terhadap perempuan tersebut sudah mulai tumbuh, namun kapasitasnya masih tidak begitu besar. Tetapi rasa ketertarikan tersebut nantinya akan menjadi sangat besar, bahkan bisa berubah menjadi rasa cinta apabila suatu saat anda bertemu dan melihat perempuan tersebut kembali untuk yang kedua atau ketiga kalinya.

Jika pertemuan kedua atau ketiga tersebut terjadi pada suatu tempat yang akhirnya nantinya anda yakini adalah lokasi dimana anda bisa bertemu dan melihatnya kembali pada waktu dan hari-hari selanjutnya. Maka, jika hal itu pernah terjadi pada anda, saya merasa yakin, pasti anda akan berusaha untuk bisa bertemu atau melihatnya kembali pada hari-hari berikutnya.

Dan untuk mewujudkannya, anda pasti akan berusaha menyempatkan waktu untuk bisa pergi mendatangi lokasi “pertemuan” tersebut, dengan segala cara dan alasan. Hal itu dilakukan meski cuma sekedar melihat si cantik saja. Meski cuma sekejap, tapi dapat memenuhi rasa rindu dan kangen anda yang telah tumbuh besar di hati terhadap si dia. Cieh !!

Apalagi jika selanjutnya anda berusaha untuk bisa lebih dekat dan berkenalan dengan si cewek, pasti akan ada usaha pedekate yang lebih serius lagi yang akan anda lakukan untuk bisa merebut hati si “cinta pandangan pertama” tersebut.

Saya memang bukan psikolog, tapi saya merasa, anda pasti pernah pula mengalami hal yang sama seperti yang saya ceritakan diatas.

Sekarang pertanyaan saya untuk anda, apakah anda pernah juga mengalami pandangan pertama terhadap seorang cewek atau cowok lebih dari 8,2 detik? Apakah tumbuh rasa cinta atau suka dalam hati anda?

Jika pertanyaan itu disadurkan kepada diri saya sendiri, kayaknya hasil penelitian ilmuwan tersebut ada benarnya juga lho. Hehe..

Leia Mais…

Rabu, 20 Mei 2009

CINTA

Kata-kata itu selalu terngiang ditelingaku, semua hal yang terjadi melintas difikiranku. Emang benar, saat memikirkan seseorang yang kita cintai, tak kan pernah habis waktu untuk itu. Hal itu juga membuat kita bisa kembali bersamangat dalam menjalani hidup.
Menikmati hari-hari yang terasa penuh dengan beraneka warna.
Cinta….sungguh anugrah yang terindah yang diberikan Sang Pecipta pada makhluknya, tanpa cinta tak akan ada kedamaian didalam dunia.

Seperti hidupku kini, kehadiran cinta mengubah segala hal dalam hidup, lebih menghargai untuk apa dan mengapa kita hidup. Kedatangannya membuatku takkan berhenti mensyukuri nikmat Tuhan dan ingin hidup seribu tahun lagi.
Cinta..kata-katanya memberikan arti yang sangat dalam bagi insan yang sedang mengalaminya, jatuh cinta seolah menjadikan dua insan berbeda bersatu dalam naungannya. Begitu besarnya arti cinta membuat orang-orang enggan untuk berpaling darinnya.

Tapi lain halnya jika seseorang sedang berduka dengan berakhirnya hubungan ikatan cinta, memikirkan setiap kenangan merupakan hal yang sangat menyakitkan buatnya. Seolah hati teriris-iris sembilu. Ingin rasanya jiwa lepas dari raga, hanya untuk sekedar melepaskan semua kenangan yang tirtinggal saat bersamanya.
Menghapus semua kenangan yang indah bukanlah hal yang mudah, apalagi kenangan itu sangat berkesan bersama orang yang kita cintai, tapi dengan memikirkannya membuat sakit didalam hati. Setiap orang yang sedang putus cinta, pasti merasakan hal yang sama. Kepergian sang kekasih menoreh luka dalam yang terkadang perlu waktu lama untuk mengobatinya.

Begitulah cinta, datang tanpa diduga,namun terkadang pergi begitu saja. Hanya satu yang bersemayam diotakku, benarkah itu cinta? Kenapa cinta begitu mudah pergi dan hilang saat ia tak bisa ada pada satu orang?saat cinta lain datang menghampiri, mengapa cinta begitu cepat pindah kelain hati?ada apa dengan cinta?
Benarkah itu semua hanya cinta sesaat?atau hanya sebuah pencaharian cinta sebelum cinta menemukan pasangan jiwanya?
Entahlah….semua pertanyaan itu mendapatkan jawaban yang berbeda dari setiap orang yang kutemui. Bagiku cinta adalah sesuatu harta yang harus dijaga dan dipertahankan, karena hidup tiada arti tanpa cinta.
Bagai mana menurutmu? Tentang arti cinta?Adakah engkau akan memberikan jawaban atas cinta ini?
Ditulis dalam Cinta

Leia Mais…

ISTIKHARAH

Mencari Pasangan Hidup Terbaik Melalui Istikharah
Ditulis oleh Newsroom
Wednesday, 16 January 2008
Mendapatkan pasangan hidup yang terbaik, tentu menjadi harapan setiap manusia. Seperti yang disebutkan dalam sabda Nabi saw, ada empat faktor yang bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih pasangan (1) harta, (2) keturunan, (3) kecantikan (rupawan), dan (4) agama (kesalehan). Kriteria ini secara keseluruhan telah mencukupi bagi seseorang dalam mendapatkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa arrahmah.
Akan tetapi, kendalanya, mendapatkan keempat kriteria tersebut pada calon pasangan kita tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Sebab, bisa dikatakan, orang yang memenuhi keempat kriteria ini jumlahnya sangat sedikit. Selain itu, interpretasi terhadap harta, kecantikan, keturunan, dan agama (kesalehan) itu sendiri memiliki banyak hal.

Akan hal itu, Rasulullah tidak hanya menentukan kriteria calon pasangan ideal, tapi juga memberikan banyak pengecualian dan himbauan dari keempat kriteria tersebut. Di antaranya, agar kita mengutamakan agamanya dan jangan sampai terkecoh karena kecantikan dan hartanya.

Selain itu, interpretasi terhadap harta tidak melulu hanya soal harta yang banyak atau kaya raya, kecantikan tidak harus seperti model, keturunan tidak melulu karena keturunan bangsawan, dan din (agama) tidak sebatas definisi umum. Ada hal lain yang mesti dipertimbangkan dan dijadikan acuan dasar.

Islam sebagai agama hanif, dengan kesempurnaannya, selain dari menentukan kriteria sekaligus interpretasi di atas, juga mengajarkan kita agar melakukan shalat istikharah. Shalat khusus untuk mencari jawaban dari Allah tentang pilihan yang terbaik. Shalat ini ibarat ending dari suatu perkara, setelah terlebih dahulu berikhtiar.

Berkaitan dengan pasangan hidup, tujuan dari shalat istikharah adalah untuk menetapkah hati, mencari ketenangan, dan mengambil jarak dari masalah. Yakni agar Allah memberikan ketetapan kepada hati dari kebimbangan dan keraguan, memberikan ketenangan dan pencerahan, dan menjauhkan dari permasalahan, baik yang diduga maupun yang tidak terduga.

Melalui shalat istikharah, kita akan mampu mengurai matematika jodoh atas pertolongan dan kehendak Allah. Sebab, memilih jodoh ideal itu lebih rumit daripada memilih sekolahan. Kerumitan ini bisa diakibatkan oleh faktor pendidikan, idealisme, keluarga, kepribadian, karakter, rasa was-was yang terkadang muncul, atau banyak hal lainnya.

Di dalam buku “Istikharah Cinta –Cara Cerdas Mendapatkan Jodoh Ideal” karya M. Shodiq Mustika, dkk yang diterbitkan QultumMedia ini, mengungkapkan banyak hal tentang pembahasan di atas. Yakni mengupas segala permasalahan jodoh untuk mencapai inti pokok, yaitu jodoh ideal.

Buku ini adalah kaidah cerdas bagaimana memilih calon pasangan hidup. Kaidah ini di antaranya, terdiri dari interpretasi, studi kasus, mencontoh Rasulullah, perencanaan masa depan, dan sikap.

Selamat berbahagia!

Leia Mais…

RAHASIA KASIH SAYANG

RAHASIA KASIH SAYANG MENGIKUT BULAN

# Mudah jatuh cinta terhadap individu yang mempunyai daya tarikan
# Mudah melupakan perasaan cinta terhadap orang yang dicintai sekiranya dikhianati
# Sukar setia pada yang satu.
# Pandai mengambil hati pasangannya tapi mudah melukai pasangannya
# Selalu berdiam diri ketika bertemu dengan pasangannya.
# Bersikap romantik tapi tidak pandai memperlihatkannya.
# Sikap cemburu yang tinggi terhadap pasangannya tapi tidak kisah sekirannya
pasangannya cemburu terhadapnya.
# Bakal jadi seorang bapa atau ibu yang penyayang.
# Pasangan ideal untuk individu yang lahir dalam bulan Januari selalunya dilahirkan dalam bulan 3, 6,8,11.
# Kebanyakan bangsa Cina yang ramai lahir dalam bulan ini.
Febuari
# Sukar untuk jatuh cinta tapi mudah untuk mengkhianati pasangan.
# Amat hormat kepada pasangan.
# Amat suka memikat pasangan.
# Jujur dan berterus terang dalam perhubungan.
# Sentiasa nekad untuk bersama dengan pasangannya
# Sangat romantik pada dalaman dan bukan pada luaran(hanya pasangannya yang tahu)
# Patuh kepada pasangannya dan selalu menjaga hati pasangan.
# Kurang beremosi terhadap pasangannya.
# Amat menjaga penampilan diri dan pasangannya.
# Pasangan ideal: Lahir bulan 5,9,10,12
Mac
# Mudah menawan hati pasangannya.
# Sentiasa ingin didampingi oleh pasangannya.
# Sangat pemalu dalam meluahkan isi hati
# Sangat baik dalam menjaga perhubungan
# Amat sukar melupakan pasangan yang dicintai.
# Persaan cemburu yang minima.
# Sangat manja dan sering ingin dimanjai pasangannya.
# Mudah memilih pasangan tanpa berfikir dengan waras.
# Sentiasa mengharapkan keistimewaan dari pasangan.
# Suka menuduh melulu tanpa usul periksa.
# Berprasangka terhadap pasangan.
# Pasangam Ideal: Lahir dalam bulan 1,5,10,12.
# Kebanyakkan orang Eropah lahir dalam bulan ini.
April
# Individu yang amat sukar untuk jatuh cinta dan amat memilih pasangan.
# Selalu memendam perasaan terhadap individu yang dicintai.
# Sukar dan malu dalam meluahkan isi hati.
# Sentiasa ingin diberi perhatian.
# Amat cemburu dalam perhubungan.
# Kesetiaan teguh terhadap pasangannya.
# Emosi cepat terusik dan mudah terluka.
# Sentiasa menjaga hati pasangan dan pandai memujuk.
# Romantik dan terlalu romantik
# Sukar melupakan pasangan walaupun dilukai.
# Sukar berlaku curang dan amat menyayangi pasangan.
# Kebanyakan orang yang lahir dalam bulan ini boleh dianggap ‘hamba cinta’ seperti Laila, Juliet, Siti Zulaikha.
# Pasangan Ideal: Lahir dalam bulan 4, 7,11,2
# Kebanyakan bangsa India yang lahir dalam bulan ini.
Mei
# Amat mudah jatuh cinta.
# Baik dan jujur dalam perhubungan.
# Pandai menarik hati pasangan.
# Perasaan cinta yang mendalam.
# Mudah untuk dipujuk.
# Kurang suka untuk sentiasa bersama.
# Mudah menerima cinta seseorang.
# Pilihan yang tepat dalam berpasangan.
# Nekad untuk menjaga hubungan yang baik.
# Pandai mengatur hidup pasangan (bukan Queen Control atau King Control)
# Suka mengangankan sesuatu yang indah bersama pasangan.
# Sentiasa dahagakan kasih sayang dari pasangan tapi tak pandai memperlihatkan.
# Ambil berat dalam menjaga hubungan.
# Pasangan Ideal: Lahir dalam bulan 6, 9, 10, 11
Jun
# Amat pandai menjaga hati pasangan sekiranya dia perempuan.
# Sukar melukai dan memahami hati pasangan.
# Mudah jatuh hati tapi terlalu memilih.
# Cerewet dalam hubungan.
# Selalu beremosi.
# Mudah merajuk dan mudah di pujuk.
# Cepat rasa bosan dalam percintaan.
# Kurang yakin dalam perhubungan.
# Selalu melindungi pasangan dari kritikan atau umpatan orang.
# Elok untuk menjadi Ibu yang baik.
# Dahagakan pujian dari pasangan.
# Pasangan Ideal: Lahir bulan 1,3,5,8.
Julai
# Amat suka didampingi pasangan.
# Sukar dimengerti oleh pasangan.
# Sentiasa menjaga maruah diri, pasangan dan perhubungan.
# Amat mudah dipujuk dan berterus terang.
# Amat menghargai kesetiaan pasangan.
# Mengambil berat dan mengasihi pasangan
# Berkebolehan untuk meluahkan isi hati terhadap individu yang dicintai,
# Mudah terluka dan lambat untuk pulih.
# Suka merajuk dan dipujuk.
# Setia terhadap pasangan.
# Suka mendengar dan tidak suka membantah.
# Cemburu terhadap pasangan.
# Suka menilai dan menjaga perhubungan.
# Pasangan Ideal: Lahir bulan 4, 6, 7
Ogos
# Tidak serius dalam perhubungan
# Mengambil mudah dalam perhubungan
# Kesetiaan di ragui..
# Pandai memujuk pasangan
# Suka memimpin pasangan.
# Romantik, Pengasih dan Penyayang.
# Kelam kabut dalam perhubungan.
# Sering bertukar pasangan
# Sukar mencari pilihan yang tepat
# Sangat sensitif dan tahap cemburu yang minima.
# Mudah meluahkan kat cinta pada sesiapa yang berkenan.
# Pasangan Ideal: Lahir bulan 1, 6, 10, 12
# Kebanyakan bangsa Bani Israel dizaman Arab Jahiliyah yang lahir dalam bulan ini.
September
# Bersopan dalam hubungan
# bertolak ansur terhadap pasangan
# Suka mengkritik pasangan
# Sangat prihatin terhadap pasangan
# Sangat sensitif dan emosi
# Pandai memahami pasangan
# Kurang menunjukkan perasaannya terhadap pasangan
# Amat memilih pasangan
# Sukar melupakan sekiranya hati terluka.
# Mudah simpati dengan perasaam dan masalah pasangan.
# Pasangan Ideal: Lahir dalam bulan 3, 6,8,11
Oktober
# Amat suka berkomunikasi dengan pasangan.
# Suka disayangi dan menyayangi pasangan.
# Sopan terhadap pasangan.
# Jujur dan jarang berpura-pura dengan pasangan.
# Mudah terluka hati sekiranya pasanangan ada melakukan kesalahan terhadapnya.
# Sukar menerima pandangan pasangan.
# Emosi yang mudah terusik.
# Pengasih, Penyayang terhadap pasangan.
# Cemburu dan terlalu cemburu.
# Romantik
# Memahami pasangan.
# Pasangan Ideal: Individu ini ramai pasangan yang sesuai dengannya 1,2,4,5,8,9, 10,12.
# Kebanyakan bangsa melayu yang lahir dalam bulan ini.
November
# Banyak helah dalam menghadapi pasangan.
# Cermat dan teliti dalam menjaga perhubungan.
# Amat berahsia dengan pasangan dan sesiapa.
# Degil dan engkar dengan pasangan.
# Tidak suka dikongkong oleh pasangan.
# Mudah ambil berat terhadap pasangan.
# Tidak menghargai perhubungan.
# Sambil lewa dalam perhubungan.
# Emosi yang mendalam dan tidak romantik langsung.
# Perangai tidak dapat diramal terhadap pasangan.
# Kurang menhargai pasangan dan hal-hal percintaan.
# Kurang bersama dengan pasangan.
# Pasangan Ideal: 4, 7
Disember
# Pemurah terhadap perhubungan
# Mudah jatuh cinta dalam masa yang sama.
# Tergesa-gesa dalam perhubungan
# Suka didampingi oleh pasangan.
# Benci dikongkong.
# Berbakat untuk kahwin lebih dari satu (utk lelaki)
# Suka mempengaruhi pasangan
# Curang dalam percintaan.
# Kurang berkerjasama dengan pasangan.
# Selalu cuba untuk mencari pasangan yang baru
# Mudah menipu dan tidak jujur terhadap pasangan.
# Pasangan Ideal: Lahir bulan 3, 9, 11, 12.

Leia Mais…